|

Usaha kue-kue tradisional seperti Klepon, Sosis Solo, Lemper, Serabi, Kue Mangkuk, dan Carabikang, tetap memiliki prospek yang cerah. Namun, perlu diingat bahwa aneka kue trasional ini memang sangat digemari, terutama segmen usia dewasa. Karena itu, pada perkembangannya usaha kue tradisional ini harus menyesuaikan segmen pada pasar yang dituju. Agar kue tradisional bisa bertahan dan menjadi favorit, akan lebih baik memilih kue yang proses pembuatannya tidak terlalu sulit.Banyak kue tradisional tidak dapat eksis karena banyak penjual yang enggan untuk membuat karena proses produksi yang rumit dan lama sehingga membuat harga pokok penjualannya tinggi. Tentu saja, ketika hendak dijual ke konsumen mereka merasa keberatan dengan harga tinggi yang ditawarkan akibat biaya produksi yang tinggi dan pada akhirnya konsumen lebih memilih kue modern yang harganya lebih murah. Karena itu, membuat kue tradisional yang mudah dibuat pasti akan tetap digemari. Walaupun kue tradisional dari waktu ke waktu, mulai dari bentuk maupun proses pembuatannya tidak banyak berubah, namun inovasi merupakan hal penting yang harus dilakukan. Contohnya, Kue Serabi yang belakangan ini banyak ditemui dengan berbagai variasi seperti Serabi Keju dan Serabi Pisang Cokelat. Kiat lainnya adalah menampilkan kemasan kue yang lebih ciamik dan desain tempat penjualan yang menarik. Agar tak kalah bersaing, penentuan harga harus diperhatikan. Usahakan kue yang kita jual, harganya sama dengan harga pasar, jangan lebih mahal. Kalau pun ingin menarik konsumen dengan menjual lebih murah, itu sah-sah saja, asal tidak mengorbankan kualitas kue tersebut.Yang tak kalah penting, tonjolkan sisi keunggulan dari kue yang dibuat. Misalnya menggunakan bahan terpilih dan tanpa bahan pengawet. Sampel Kue. Dengan keunggulan-keunggulan yang ditampilkan, bukan berarti dalam usaha kue tanpa promosi. Trik marketing yang jitu adalah membagikan sampel kue pada pengunjung yang datang, membuat paket penjualan yang menarik misalnya memberikan diskon, dengan minimal pembelian tertentu. Trik lainnya adalah melakukan promosi melalui media internet. Hal ini cukup efektif, karena makin banyak orang yang familiar dengan dunia maya. Untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal, namun tanpa perlu menjual dengan harga yang terlalu tinggi, ada beberapa hal yang juga harus dipertimbangkan. Sebut saja misalnya harga pasaran, harga pesaing terdekat, harga terendah dan tertinggi produk sejenis di pasaran. Akan lebih baik bila dapat menjual dengan harga terendah tapi dengan kualitas yang maksimal. Akan tetapi, bila hendak menjual dengan harga terendah perlu memperhitungkan harga pokok produksi (HPP) sebuah kue yang akan dijual sehingga tidak salah dalam menentukan harga jual. Ina Dikutip dari Wawancara Wulan Ayodya di Tabloid Info Kuliner Edisi 18 Tahun II 30 April - 13 Mei 2009
|