|
” Aku Memulai Bisnis Roti Tanpa Modal Besar dan Menggunakan Alat Sederhana..! ” Nama saya Nasrudin salah satu peserta kursus UKMKU yang berdomisili di Bandung, Saya sudah memulai usaha roti dengan cara titip jual. Merek dagang usaha saya adalah ZAHFA BAKERY... Roti, makanan yang satu ini sudah mulai populer di lingkungan masyarakat kita. Siapa yang tidak kenal sama makanan yang satu ini. Dari perkampungan sampai perkotaan, dari anak kecil sampai orang dewasa, pasti kenal dan suka makanan ini. “Roti....... roti.....!” Seruan ini begitu akrab di telinga kita. Sejak kecil, seolah tak kenal lelah, seruan abang-abang penjaja roti keliling ini bergema setiap pagi, menemani kita memulai hidup baru. Bahkan, tak jarang teriakan atau musik yang menggema dari gerobak roti mereka membangunkan orang dari tidur.
Harga bahan makanan sehari-hari tiap hari kian naik terus, termasuk beras. Harga beras melonjak tajam, sebagian rakyat menengah ke bawah semakin tidak terjangkau untuk membeli beras atau cadangan makanan lainnya buat kebutuahan sehari-hari. Pasar mulai bergolak karena cadangan beras dikhawatikan menipis dan sebagian ngumpet. Pemerintah semakin repot untuk memikirkan masalah pangan yang semakin melambung ini. Maka, tak ada jalan lain buat pemerintah selain mengambil jalan pintas, yaitu mengimpor beras. Pro-kontra dan suhu politik semakin panas. Ada kekhawatiran bahwa Indonesia bakal terancam krisis pangan? Itu tidak mungkin, kenapa ya..? Dengar kata orang yang optimis. “Kita hidup tidak mengandalkan dari nasi saja. Kita bisa hidup dari roti ! ”. Kenyataannya memang benar, telah terjadi booming bisnis roti di negeri ini. Anda bisa dengan mudah menemukan roti di mana saja dan kapan saja. Di warung-warung kampung, gerobak keliling, sampai bakery dan gerai mewah di mal-mal dan hotel. Bayangkan, roti yang di masa lalu hanya mekanan kaum kolonial, kini telah menjadi makanan rakyat. Selain bisa ditemukan di mana-mana, roti telah membuka lapangan usaha luar biasa. Di mana-mana, Anda bisa menemukan aneka gerai dan produsen. Mulai dari yang kelas pabrik, mal, hotel, sampai kelas rumahan. Ada yang bermerek internasional, tapi ada pula yang sekedar usaha tanpa nama. Semua menjadi ladang bisnis yang membuahkan untung.
Bisnis roti yang booming menunjukkan betapa hebatnya Indonesia. Kendati negeri ini tidak cocok untuk tanaman gandum, ternyata konsumsinya cukup besar. Selain mie dan makanan lainya, rupanya orang Indonesia sudah memperlakukan roti sebagai panganan utama. Kalau bisnis ini berkembang terus, gaya hidup sungguh bergeser, bukan tidak mungkin sebagian warga akan mengubah pola makannya. Mereka bukan hanya makan nasi, melainkan juga roti sebagai makanan utama.
Dari uraian di atas tersebut, terinspirasi saya untuk memulai usaha roti dan mengambil untung manisnya dari jualan roti. Saya coba mencari tahu bagaimana caranya bikin roti yang baik dan untuk memulai usaha bisnis roti ini. Ada anggapan orang, bahwa untuk memulai bisnis bakery itu harus mempunyai modal yang lumayan besar. Hingga membuat motivasi saya untuk jualan roti mulai goyah. Sudah lama saya ingin jualan roti, karena persepsi yang kurang tepat untuk memulai bisnis ini, hingga tertunda untuk memulai usaha roti ini. Apalagi modal saya tidak besar.
Awal mulanya, saya bisnis Cistik pedas dengan cara titipkan sama pedagang yang ada di sekolah, kampus bahkan ke rumah sakit, karena kebutuhan sehari-hari kian naik terus maka saya coba cari solusi lainnya yaitu ingin menambah penghasilan saya dengan cara mencoba untuk memulai bisnis baru yaitu jualan roti.
Semula inspirasi saya untuk jualan roti tertunda karena persepsi orang yang sepenuhnya tidak benar. Setelah membaca tabloid tentang usaha, dari salah satu pengajar UKMKU Mandiri yang sudah menjalan bisnis roti, inspirasi dan motivasi untuk menjalan bisnis roti mulai bangkit lagi. Saya coba mengikuti kursus yang diadakan UKMKU mandiri di Jakarta, walaupun di Bandung tidak sedikit yang menyediakan tempat kursus tentang berbagai kuliner yang ada di Indonesia. Tapi, yang sesuai dengan harapan saya dan kemampuan permodalan hanya di UKMKU Mandiri. UKMKU telah membantu saya dalam meluruskan persepsi orang lain termasuk saya sendiri, bahwa untuk memulai bisnis roti itu dengan modal yang besar. Ternyata, setelah saya ikuti pelatihan Roti Rakyat yang diadakan tgl 15 Januari 2011, saya baru paham bahwa “Memulai bisnis roti tidak mesti harus bermodal besar dengan peralatan yang serba modern, dengan modal yang relatif tidak besar dan peralatan yang sederhana pun kita bisa memulai menjalankan bisnis roti ini”. Di Ukmku diajarkan bagaimana awalnya mulai bisnis roti ini dengan modal yang tidak besar dan peralatan yang sederhana bisa dilakukan oleh siapa saja yang mau menjalankan bisnis ini. Manfaat yang saya rasakan dari kursus UKMKU adalah ilmu berwirausaha baik dari pembuatan produk, pemasaran, motivasi dan inspirasi hingga bisa jualan roti
Setelah mengikuti kursus roti rakyat, saya mempraktekan apa yang diajarkan di UKMKU Mandiri. Dengan modal hanya peralatan oven dan loyang, saya membuat roti untuk dipasarkan. Seminggu setelah mengikuti pelatihan roti rakyat, saya mencoba memberanikan diri untuk memasarkan produk roti buatan saya ini di sekolah dan kampus. Awalnya, roti saya banyak returnya karena masih belum dikenal, bentuk masih belum rapih (belum mahir untuk membentuk roti) dan menarik untuk dilihat apalagi persaingan sangat ketat, dan produk yang lain bagus dan menarik dilihat. Tapi, saya tidak berkecil hati, saya terus membuat dan mengembangkan lagi roti hasil produksi saya dan memasarkan roti. Sekarang produk saya mulai dikenal orang dan ada keinginan untuk memperluas pemasaran saya. Sementara ini, pemasaran dan produksi berdasarkan kemampuan fisik saya dalam membuat adonan roti, karena semua produk baik Cistik dan roti yang saya buat masih manual dalam peralatannya (membuat adonan dengan menggunakan tangan) hingga fisik tidak kuat bila memproduksi terlalu banyak dalam membuat adonan produk. Mudah-mudahan kedepan, ada rezeki saya akan membeli peralatan untuk membuat adonan baik cistik maupun roti. Untuk memperluas pemasaran, saya sedang mengajukan perizinan Dinas Kesehatan dan dalam proses, semoga produk yang saya buat sehat dan layak dikonsumsi menurut Dinas Kesehatan. Suka dan duka dalam menjalankan bisnis apapun semua orang pasti ada, ini adalah dinamika dalam menjalankan bisnis dan ini memacu saya untuk lebih kreatif lagi, ulet dan sabar dalam menjalan bisnis ini.
Demikian seklumit cerita saya awal mula menjalan bisnis roti ini. Nama : Nasrudin Brand Usaha : Zahfa Bakery Produk yang dijual : Roti Manis Aneka Rasa Harga : Rp. 2.000 – 3.000 Lokasi : Bandung Cara Penjualan : Titip jual pada pedagang (konsinyasi)
|