|
|
|
|

|
|
Home
|
|
Written by tomyachmad
|
|
Wednesday, 13 May 2009 |
|
Telah terbit buku terbaru karya Henry Ismono yang berjudul “Aku Wanita Terkaya” penerbit PT Elex Media Komputindo (Gramedia Group) Buku ini sudah ada di toko buku Gramedia, Trimedia, dan Gunung Agung terdekat dijual dengan harga Rp. 37.800,-
Sinopsis Sejak usia masih belia, Wulan Ayodya sudah menjalankan usaha. Ia terus menggelutinya hingga kini. Sebuah kesetiaan pada pilihan "jalan berwirausaha". Tidak sekadar itu, ia juga membagikan ilmunya lewat UKMKU, lembaga kursus aneka keterampilan yang didirikannya-lembaga pendidikan yang ternyata seperti air segar di tengah maraknya PHK dan belitan krisis ekonomi. Bagaimanapun, lembaga ini mampu menginspirasi para peserta kursus untuk membuka usaha, yang artinya dapat meningkatkan ekonomi keluarga. Dalam buku yang berbentuk cerita pengalaman nyata ini, Anda akan mendapatkan sejumlah hal penting bagi yang belum atau sudah berwirausaha seperti: - Beberapa cara kreatif untuk buka usaha dengan modal minim
- Bagaimana langkah yang dilakukan ketika menghadapi kendala dan jatuh bangun dalam usaha
- Contoh panduang tindakan mencari solusi penyelesaian berbagai masalah usaha
- Strategi mencari dan menangkap peluang dengan keterbatasan diri
- Inspirasi bahwa kita semua, baik itu remaja, ibu rumah tangga, pengangguran, karyawan, pensiunan, atau apapun profesi Anda dapat sukses berwirausaha sesuai dengan kemampuan yang dimiliki
Endorsements
"Buku ini sarat dengan tips, hints, dan petunjuk mengenai cara mengembangkan usaha pada skala pribadi. Seluruh buku ini mempunyai kredebilitas tersendiri, karena ditulis berdasarkan pengalaman pribadi. Kita semua sangat terbantu dengan mengenal cerita sukses orang yang bekerja keras. Kalaupun tidak semua detail buku ini dapat kita teraplan, nilai inspirasi yang terkandung di dalamnya akan sangat memperkaya perspektif kita dalam bisnis dan dalam kehidupan". - Wimar Witoelar, Pendiri Yayasan Perspektif Baru "Wulan bisa disebut sebagai 'Ibu UKM Indonesia'. Inspiratif, dan kaya ilmu seputar dunia kewirausahaan yang siap dibaginya pada siapun. Kisah hidupnya ini sungguh menginspirasi, dan layak dibaca!" - Brilyantini, Managing Editor Tabloid Nova |
|
Last Updated ( Wednesday, 13 May 2009 )
|
|
|
Written by Wulan Ayodya
|
|
Wednesday, 06 May 2009 |
|

Usaha kue-kue tradisional seperti Klepon, Sosis Solo, Lemper, Serabi, Kue Mangkuk, dan Carabikang, tetap memiliki prospek yang cerah. Namun, perlu diingat bahwa aneka kue trasional ini memang sangat digemari, terutama segmen usia dewasa. Karena itu, pada perkembangannya usaha kue tradisional ini harus menyesuaikan segmen pada pasar yang dituju. Agar kue tradisional bisa bertahan dan menjadi favorit, akan lebih baik memilih kue yang proses pembuatannya tidak terlalu sulit.Banyak kue tradisional tidak dapat eksis karena banyak penjual yang enggan untuk membuat karena proses produksi yang rumit dan lama sehingga membuat harga pokok penjualannya tinggi. Tentu saja, ketika hendak dijual ke konsumen mereka merasa keberatan dengan harga tinggi yang ditawarkan akibat biaya produksi yang tinggi dan pada akhirnya konsumen lebih memilih kue modern yang harganya lebih murah. Karena itu, membuat kue tradisional yang mudah dibuat pasti akan tetap digemari. Walaupun kue tradisional dari waktu ke waktu, mulai dari bentuk maupun proses pembuatannya tidak banyak berubah, namun inovasi merupakan hal penting yang harus dilakukan. Contohnya, Kue Serabi yang belakangan ini banyak ditemui dengan berbagai variasi seperti Serabi Keju dan Serabi Pisang Cokelat. Kiat lainnya adalah menampilkan kemasan kue yang lebih ciamik dan desain tempat penjualan yang menarik. Agar tak kalah bersaing, penentuan harga harus diperhatikan. Usahakan kue yang kita jual, harganya sama dengan harga pasar, jangan lebih mahal. Kalau pun ingin menarik konsumen dengan menjual lebih murah, itu sah-sah saja, asal tidak mengorbankan kualitas kue tersebut.Yang tak kalah penting, tonjolkan sisi keunggulan dari kue yang dibuat. Misalnya menggunakan bahan terpilih dan tanpa bahan pengawet. Sampel Kue. Dengan keunggulan-keunggulan yang ditampilkan, bukan berarti dalam usaha kue tanpa promosi. Trik marketing yang jitu adalah membagikan sampel kue pada pengunjung yang datang, membuat paket penjualan yang menarik misalnya memberikan diskon, dengan minimal pembelian tertentu. Trik lainnya adalah melakukan promosi melalui media internet. Hal ini cukup efektif, karena makin banyak orang yang familiar dengan dunia maya. Untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal, namun tanpa perlu menjual dengan harga yang terlalu tinggi, ada beberapa hal yang juga harus dipertimbangkan. Sebut saja misalnya harga pasaran, harga pesaing terdekat, harga terendah dan tertinggi produk sejenis di pasaran. Akan lebih baik bila dapat menjual dengan harga terendah tapi dengan kualitas yang maksimal. Akan tetapi, bila hendak menjual dengan harga terendah perlu memperhitungkan harga pokok produksi (HPP) sebuah kue yang akan dijual sehingga tidak salah dalam menentukan harga jual. Ina Dikutip dari Wawancara Wulan Ayodya di Tabloid Info Kuliner Edisi 18 Tahun II 30 April - 13 Mei 2009 |
|
Last Updated ( Wednesday, 13 May 2009 )
|
|
|
Dendeng Babi, Nugget Tiren... |
|
Written by Wulan Ayodya
|
|
Wednesday, 22 April 2009 |
|
Belum lama ini, ada hal yang menghebohkan masyarakat dimana telah ditemukan dendeng sapi dengan cap halal tetapi ternyata dagingnya bukan daging sapi asli melainkan daging babi. Daging babi tersebut dicampur dengan daging sapi dalam pengolahannya. Pemakaian campuran daging babi untuk dendeng ini tujuannya adalah agar penjual mendapat keuntungan lebih besar karena harga daging babi yang lebih murah dari daging sapi . Ketika menonton sebuah acara disalah satu televisi swasta yang sedang melakukan investigasi. Hal yang hampir serupa dilakukan oleh seorang pembuat Nugget ayam dengan menggunakan bahan baku, ayam tiren, terigu kadaluarsa dan formalin. Tak hanya itu pembuat nugget ayam tersebut juga membuat otak-otak dengan bahan baku ikan yang hampir busuk, terigu kadaluarsa dan juga menggunakan formalin. Target pemasaran yang dituju pedagang nugget ini adalah pasar tradisional dan pedagang ayam nugget yang berjualan di depan sekolah-sekolah. Melihat fenomena ini tentunya mengerikan sekali ya? Ternyata ada beberapa pedagang skala UKM yang menjalankan usaha tanpa menggunakan hati nurani dan itikad baik. Kepuasan pelanggan tidak dilakukan sepenuhnya melainkan hanya memenuhi kepuasan dalam hal "harga". Strategi harga murah memang sah-sah saja dilakukan pemilik usaha untuk meningkatkan penjualan produknya. Beberapa pemilik usaha menganggap bahwa dengan mengambil keuntungan sedikit diharapkan quantity penjualan akan meningkat. Tentunya bila penjualan meningkat keuntungannya akan bertambah. Bila ada pemilik usaha yang melacarkan strategi harga murah tetapi tidak mau mendapatkan untung sedikit akhirnya akan menggunakan "cara-cara kreatif" tetapi curang! Kecurangan ini tentu akan merugikan banyak pihak. Hal ini tentu akan berakibat oada bisnisnya, kalaupun belum sekarang mungkin kelak akan menuai akibatnya. Kami menghimbau untuk para pemilik usaha agar menjalankan usaha dengan jujur dan punya itikad baik, agar usaha dapat terus berkembang tanpa merugikan masyarakat. "Mari kita kembangkan Usaha Kecil Menengah dengan bersaing secara sehat !" |
|
Last Updated ( Wednesday, 06 May 2009 )
|
|
| << Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
| | Results 19 - 21 of 70 |
|
Foto Peserta Kursus Soimay Sepeda & Spesial Januari 2010
Cetakan Pertama Agustus 2007 Cetakan Kedua November
2007 Cetakan Ketiga Maret 2008

|
SEMINAR & PELATIHAN
|
Ingin Mengundang kami untuk seminar & pelatihan ?
Contact Person
Tomy Achmad
021 – 70662193 / 081808037645
Untuk mengetahui lebih jelas tentang program seminar kami Klik .... (More)  |
Jadwal Kursus Cab. Bekasi
|
Jadwal Kursus Bulan Juli 2010 UKMKU Cabang Bekasi - Kursus Roti ala boy (03/07)
- Kursus Mie Ayam Pangsit (10/07)
- Kursus Brownies Kukus (11/07)
- Kursus Siomay (17/02)
- Kursus Roti Unyil (18/07)
- Kursus Cake Ekonomis (24/07)
- Kursus Martabak tahu, risolesl (25/07)
- Kursus Roti Rakyat (31/07)
|
PESERTA KURSUS
|

Bu Sysca : Baik, mau memberikan tip2 dalam belajar membuat bakso, hasilnya enak banget 
Bu Nur Hidayati :
Komunikatif, mudah dipahami dan hasilnya enak, Nextnya mau ikutan siomay
Bp Oka : Hasil mantap dengan harga dan jenis bahan ekonomis dan sederhana
|
|
Read more...
|
Rubrik Konsultasi
|
Rubrik Konsultasi Permasalahan Karier dan UKM diasuh oleh
Wulan Ayodya di Tabloid Wanita Indonesia. Kirim email
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
|
Who's Online
We have 9 guests online
|