|
Beberapa waktu lalu kami mendapat kabar dari salah satu teman UKMKU Ibu Endang bahwa ia sudah membeli kukusan dan oven senilai 1 juta rupiah dari hasil keuntungan menjual brownies kukus pesanan. Dan yang lebih menggembirakan Ibu Endang juga berencana membeli mixer roti seharga kurang lebih 4,8 juta rupiah dari hasil menabung keuntungan roti goreng yang dijual dengan cara titip jual dan dijual dengan harga Rp.1000,-. Kami tak heran karena perputaran penjualan Ibu Endang memang lumayan 100-200 roti goreng perhari. Hal ini dapat dicapai hanya dengan waktu kurang lebiih 1 - 2 bulan setelah mengikuti kursus di UKMKU. Lain lagi cerita Pak Dewa Shandy yang setelah mengikuti kursus kurang lebih 3 bulan lalu mulai menjajaki industri roti rakyat yang dimulai dari usaha rumahan. Kisah Pak Dewa pun mendapat sambutan luar biasa setelah diliput Harian WARTA KOTA. Cerita seru lain juga datang dari Ibu Hartati yang setelah kursus langsung berjualan di kampus UPH langsung laris manis, sehari dapat menjual tak kurang dari 200 buah roti goreng dan katanya lagi "Kalau diikutin sih bisa lebih dari 300 buah sehari tapi karena masih usaha rumahan, saya kecapekan untuk memenuhi permintaan !". Hal senada juga diceritakan oleh Ibu Widodo yang melakukan penjualan titip penjual kue keliling tak kurang dari 200 kue sehari dan selalu habis. Bahkan saat hari libur penjualan bisa lebih, karena berjualan di Gereja. Tak kalah seru cerita Ibu Puji yang sudah berjualan tapi kemudian omsetnya turun karena bersaing dengan penjual bakpau yang menjual produknya lebih murah juga lebih besar. Setelah ikut kursus Ibu Puji mampu membuat Roti yang enak dan murah meriah sehingga dapat bersaing sehat dengan si penjual bakpau dan jualan Ibu Puji kembali laris manis. Cerita Ibu Wiwik juga menarik, awalnya ia tidak yakin dengan tempat kursus kami karena tempatnya biasa-biasa saja (di garasi) dan alat-alat yang dipakai sangat sederhana, tapi setelah mengikuti kursus banyak manfaat yang dirasakan oleh Ibu Wiwik yang sekarang ini sudah buka usaha Mie Ayam. Bahkan kisah Ibu Wiwik sudah diliput oleh TELEVISI PENDIDIKAN INDONESIA (TPI) pada program acara DIANTARA KITA. Rasanya kalau hendak diceritakan semua kisah teman-teman UKMKU akan panjang sekali. Untuk itu mulai saat ini kami akan memuat kisah teman-teman UKMKU yang inspiratif di media blog kami yang dapat diklik di www.ukmku.blogspot.com Bagi teman-teman UKMKU yang sudah berjalan usahanya harap mengontak kami untuk dimuat kisahnya di media kami. Besar harapan kami untuk terus dapat memberikan pelatihan usaha yang bermanfaat. Bagi teman-teman UKMKU terus maju, kerja keras dan selalu berkembang sehingga dapat menjadi contoh teladan bagi banyak masyarakat di Negara ini. Buktikan bahwa teman-teman bisa maju walau hanya dengan modal awal puluhan ribu dan memulai dari usaha rumahan ! Terus maju dan sukses untuk teman-teman UKMKU. Kami akan terus mendukung dan bangga atas kerja keras teman-teman sekalian. |